Thursday, January 31, 2008

Homeopathy, pengobatan alami?


Apakah yang dimaksud dengan homeopathy? Mengapa tekhnik pengobatan ini dianggap lebih aman dibanding dengan pengobatan konvensional?
Pengobatan homeopathy pertama kali ditemukan di abad ke 18 oleh seorang ilmuwan yang bernama Samuel Hahnemann di Jerman. Konsep filosofi dari homeopathy adalah yang dikenal dengan istilah "similia similibus curentur" atau "let like be cured with like". Prinsipnya Hahnemann percaya bahwa obat yang efektif untuk suatu penyakit adalah obat yang memberikan gejala yang sama dengan penyakit tersebut apabila obat tersebut diberikan pada pada orang yang sehat. Dan dipercayai bahwa dengan melakukan pelarutan yang ekstrim (dilution) pada obat tersebut akan membawa dampak balik penyembuhan pada penyakit.

Tekhnik pengobatan homeopathy dipercayai bekerja dengan cara mempengaruhi living force. Apabila seseorang sakit, maka living forcenya akan terganggu dan tubuh akan menampilkan reaksi dengan menunjukkan gejala2 pada fisik maupun psikis. Pengobatan konvensional cenderung berusaha menghilangkan gejala dari penyakit tersebut, sedangkan para homeopath percaya bahwa gejala (misal panas, demam tinggi, muntah, diare, dsb) itu hanya reaksi tubuh dan bukan penyakitnya sendiri. Dengan melakukan pelarutan yang ekstrim pada obat yang tepat, diyakini bahwa bisa membawa reaksi pada living force yang secara alami akan melawan pengaruh tersebut dan akhirnya akan melawan penyakitnya sendiri.

Di dunia kucing, banyak orang yang percaya terhadap efektivitas penyembuhan homeopathy ini dan di dunia barat sudah banyak veterinarian homeopath. Obat2an yang diberikan adalah alami (berasal dari tumbuhan dan hewan) dan karena pemberiannya dengan pelarutan dengan air dengan perbandingan yang tinggi, maka tidak ada resiko over dosis yang sering terjadi pada pengobatan konvensional. Pengobatan homeopath juga diyakini efektif terhadap penyakit2 yang bersifat kronis (menahun). Sayangnya obat2annya belum banyak bisa ditemukan di Indonesia.

Dalam praktek penyembuhannya, veterinarian tidak hanya memperhatikan gejala klinis yang ditunjukkan pada fisik kucing, tapi juga perlu mengetahui perubahan2 tingkah laku (perubahan psikisnya). Oleh karena itu resep yang diberikan pada satu individu bisa jadi berbeda dengan yang diberikan pada individu yang lain meskipun sepertinya mereka menampakan gejala klinis yang sama.

Bagaimanapun juga sampai saat ini masih ada yang pro dan kontra terhadap pengobatan ini. Serangan bagi anti homeopathy terutama ditekankan karena teori yang mendasari homeopathy dianggap tidak logis dan tidak bisa dibuktikan secara empiris. Tapi kenyataannya banyak juga yang percaya dan berhasil dengan metode ini?

No comments: