Wednesday, May 14, 2008

Penghilang noda/bau buatan sendiri


Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh mereka yang memelihara binatang adalah munculnya noda atau bau tidak sedap pada kain, sofa atau karpet di rumah. Banyak produk-produk (import) yang tersedia di toko dan supermarket yang bisa digunakan untuk menghilangkan masalah ini. Tapi kalau ternyata kita bisa membuat sendiri dengan cara yang mudah dan biaya lebih murah mengapa tidak kita coba? Resep ini saya temukan dalam salah satu buku tentang kucing koleksi saya, semoga bermanfaat.

Bahan:

8 ounces (235ml) 3% hydrogen peroxide (H2O2)
1 tetes sabun cair.
1 sendok teh (5gr) baking soda

Penggunaan:

Campur ketiga bahan dan aduk menggunakan sendok kayu, dan tuangkan pada area yang akan dibersihkan, lalu gunakan mesin pembersih karpet atau gosok secara manual.

Yang perlu diperhatikan:

  • Jangan mengocok Hydrogen peroxyde atau campurannya, karena bisa menimbulkan bahaya ledakan.
  • Tempatkan dalam botol tertutup dan jangan biarkan Hydrogen peroxyde atau larutan terbuka lebih dari 30 menit atau efektifitasnya akan hilang.
  • Coba terlebih dahulu pada daerah yang aman, untuk menghindari resiko kerusakan karena pengaruh reaksi kimia.

Untuk noda yang ringan, bisa juga gunakan campuran antara 3 sendok teh (15ml) cuka, 1/2 sendok teh (2.5ml) sabun cuci cair, dan 2 cup (475ml) air. Setelah kering, taburkan baking soda dan vacuum keesokan harinya.

Thursday, May 8, 2008

Bila kucing tidak menggunakan litter boxnya


Kucing adalah binatang yang suka kebersihan dan mudah diajari untuk pipis dan buang kotoran pada litter box yang disediakan. Akan tetapi ada kalanya kucing tiba-tiba berubah menjadi nakal dan mulai pipis / pup disembarang tempat. Hal ini bisa disebabkan karena perubahan perilaku (behaviour changes) ataupun juga karena masalah medis.

Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi penyebab mengapa perilaku buang hajat kucing anda berubah:

A. Lokasi

  • Tempat anda meletakkan litter box mungkin terlalu dekat dengan lalu lintas orang, atau terlalu dekat dengan peralatan yang menimbulkan suara ribut.
  • Ruangan tempat menaruh litter box berbau tidak menyenangkan bagi kucing.
  • Litter box dipindahkan dari tempat yang biasanya, kucing mungkin tidak menyukai tempat barunya.

B. Masalah dengan litter box

  • Litter box terlalu sempit, terlalu tinggi, atau kucing tidak menyukai dengan litter box model tertutup.
  • Litter box tidak cukup bersih.
  • Terlalu banyak kucing berbagi dalam satu litter box.

C. Masalah dengan media (pasir)

  • Ada kalanya media pasir yang dijual diberi aroma tertentu yang tidak disukai oleh kucing kita, sehingga dia lebih memilih melaksanakan hajatnya ditempat lain.
  • Jenis pasir membuat kucing merasa tidak nyaman pada telapak kaki dan kukunya.

D. Masalah kesehatan

  • Kucing mungkin menderita Urinary Tract Infection (UTI) yang membuatnya merasa kesakitan pada saat buang air, dan kucing mengasosiasikan rasa sakit tersebut karena litter box.
  • UTI membuat kucing selalu merasa buru-buru untuk buang air yang menyebabkan dia tidak melakukannya pada tempatnya.

Monday, May 5, 2008

Cat Lover di dunia Cat Fancy


Bila kita seorang cat lover, maka bila kurang hati2 hidup dalam dunia cat fancy bisa membutakan hati nurani. Mengapa demikian? Bukankah cat fancy identik dengan cat lover? Terus terang saya dulu juga berangapan demikian, setidaknya sampai sekarang saya masih melihat bahwa di atas kertas dan tulisan dunia Cat Fancy adalah dunianya para penyayang binatang. Dan dalam kenyataan saya masih menemukan orang2 yang memegang teguh apa yang diucapkan dan apa yang dilaksanakan, tapi yang seperti ini sangat sedikit sekali, bahkan bisa dibilang langka!

Dunia cat fancy adalah dunia yang penuh dengan gemerlap cat show, menampilkan kucing2 cantik nan mahal, kucing2 bergelar dan kucing bergengsi, organisasi-organisasi lokal banyak dibentuk dengan mengekor nama pada organisasi Internasional yang tersohor, cattery-cattery baru yang bermunculan dengan segala macam slogannya.. Tap sayangnya kebanyakan saya tidak melihat tujuan akhirnya merefleksikan rasa sayang terhadap binatang khususnya kucing. Coba deh kita telaah satu-satu:
  1. Banyaknya diadakan cat show sebagai ajang pameran kucing yang indah dan sehat, tapi apakah tujuan ini tercapai? Apakah benar dengan banyaknya show orang jadi lebih paham bagaimana memelihara kucing kesayangan mereka agar lebih sehat? Apakah sebenarnya show bukan ajang promosi terselubung bagi para produsen kucing?
  2. Banyak organisasi/klub lokal didirikan dengan slogan menarik.. Perkumpulan penyayang dan pecinta kucing, tapi aktifitasnya tidak lebih dari mengadakan pameran cat show dan pengorganisasian penjualan kucing-kucing bersertifikat, sama sekali tidak menyentuh preservasi dan perlindungan terhadap binatang lemah ini.
  3. Masih ada breeder yang ngakunya penyayang kucing, tapi bisa dengan tega mengeksekusi mati kucing yang lahir dengan kondisi cacat atau kondisi yang tidak diinginkan.
  4. Persaingan bisnis antar breeder yang membuat mereka saling cakar antara yang satu dengan yang lain atau antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, padahal sama-sama mengaku sebagai cat lover.

Hal-hal seperti ini tidak saja saya temui di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Menemukan orang yang benar-benar bekerja dengan hati nurani tidaklah mudah, terutama apabila nilai uang sudah berbicara. Binatang apapun kalau dihubungkan dengan nilai materi, pasti ujung-ujungnya tidak akan jauh dengan eksploitasi. Dan kalau sudah eksploitasi, maka tidak bisa lagi disamakan dengan istilah cat lover.

Kondisi di luar negeri memang berbeda, di sini organisasi penyayang kucing tidak banyak bicara tentang preservasi kucing jalanan karena memang hal ini bukan jadi masalah yang besar, meskipun bukan berarti mereka tidak berpartisipasi untuk itu. Kesadaran orang untuk menjadi pet owner yang bertanggung jawab sudah lebih tinggi dibanding di negara kita. Jadi kalau edukasinya lebih mengarah kepada peningkatan kualitas itu lebih wajar. Sedangkan di negara kita, kucing jalanan masih jadi problem utama. Banyak orang memelihara tapi tidak bertanggung jawab terhadap anak dan keturunannya, banyak orang tidak paham bahwa membiarkan kucing berkeliaran dijalanan adalah berbahaya, banyak orang hanya bisa beli kucing ras tapi tidak mempunyai kemampuan dan waktu yang cukup untuk merawatnya.

Pada saat begini munculnya Organisasi kucing dengan tujuan merekrut banyak anggota yang mau membiakkan kucing bukanlah suatu yang tepat. Cat show dengan liputan tv dan media masa yang mengobral berita tentang kucing sebagai investasi menarik bukanlah hal yang tepat. Hal yang tidak tepat dilakukan oleh Organisasi dengan embel-embel cat lover. Semoga suatu saat hal ini bisa berubah. Semoga tidak banyak cat lover sejati yang awalnya mencoba menyayangi kucing berharga mahal lalu lama-lama lebih menyayangi harganya dibanding kucingnya. Yah semoga.. dan semoga..

Wednesday, April 30, 2008

Cattery Ideal


Ngomongin tentang suatu yang ideal sepertinya sangat susah, tapi bukan berarti tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha. Meski tidak 100% ideal setidaknya mendekati ideal lah he..he..

Baru kemarin saya menengok rumah seorang teman cattery di daerah Provence (Perancis), yang selama ini kami cuman berhubungan surat menyurat lewat email dan pernah ketemu sekali di show lalu kita janjian untuk menengok kucing-kucingnya. Bayangan saya sebelumnya adalah seperti model cattery di Indonesia yang penuh dengan kandang dan makanan kucing, terus banyak pegawai yang berlalu lalang mengurusi kucing, sementara pemiliknya sibuk menemui tamu yang akan membeli kucingnya (setidaknya profil cattery seperti inilah yang banyak ada di Indonesia).

Cattery atau lebih tepat rumah teman ini terletak di pedesaan Perancis yang indah dan udaranya yang selalu hangat, ciri khas daerah selatan. Begitu memasuki rumahnya ternyata gambaran pertama tadi buyar sama sekali. Seketika memasuki rumah kami langsung disambut oleh kucing-kucing exotic indah yang manja, mengelilingi kami minta dielus dan digendong. Kandang manusia dan kandang kucing jadi satu, artinya di dalam kamar breedernya juga jadi tempat tidur kucing.. he..he..Rumahnya terhitung padat oleh barang2 pajangan yang biasanya dihindari oleh pemelihara kucing karena ada kemungkinan kucingnya naik-naik dan merusak pajangannya. Rupanya si empunya tidak perlu sekhawatir itu,kucing-kucingnya memang naik ke atas sofa dan meja, tapi rupanya mereka cukup tahu untuk tidak merusak barang yang ada. Nice cats..

Nah dari kunjungan ini, saya berandai-andai untuk membentuk rumah saya kelak bisa menjadi tempat yang nyaman buat anak-anak saya. Setidaknya saya harus menyediakan beberapa ruangan buat kucing, yah beberapa bukan cuman satu atau dua. Nah berikut ini yang harus ada untuk ukuran cattery ideal:
  1. Cattery harus meminimumkan penempatan kucing dalam kandang, hal ini untuk membantu kucing bersosialisasi dengan kita.
  2. Pemisahan antara stud male (jantan dewasa) dengan betina, untuk menghindari perkawinan yang tak direncanakan.
  3. Pemisahan antara satu stud male dengan stud male yang lain, untuk menghindari perkelahian. Idealnya satu cattery tidak mempunyai terlalu banyak stud male.
  4. Ruangan dan kandang khusus untuk melahirkan (kandangnya harus besar dan nyaman).
  5. Ruangan untuk kucing yang mulai tumbuh remaja dan tempat mereka bermain.
  6. Ruangan isolasi untuk kucing yang bermasalah atau sakit.

Nah kebayang kan bahwa punya cattery itu tidak mudah? Belum lagi tuntutan untuk memperhatikan dan menyayangi kucing sesuai dengan animal welfare, peralatan grooming yang baik dan memadai, serta biaya operasional sehari-hari. Makanya saya tidak kebayang berapa banyak ruangan yang dibutuhkan untuk kucing lebih dari 10 ekor? Mampukah kita menyayang semuanya?

Tuesday, April 22, 2008

I AM BACK

Setelah beberapa lama bertapa dari menulis dan menyepi dari forum kucing, sekarang saya putuskan kembali lagi untuk menengok dan mengutak atik blog ini.

Terima kasih buat teman² yang telah memberi semangat dan berusaha membangunkan dari tidur yang berkepanjangan. I will be back soon... :)))

Thursday, January 31, 2008

Homeopathy, pengobatan alami?


Apakah yang dimaksud dengan homeopathy? Mengapa tekhnik pengobatan ini dianggap lebih aman dibanding dengan pengobatan konvensional?
Pengobatan homeopathy pertama kali ditemukan di abad ke 18 oleh seorang ilmuwan yang bernama Samuel Hahnemann di Jerman. Konsep filosofi dari homeopathy adalah yang dikenal dengan istilah "similia similibus curentur" atau "let like be cured with like". Prinsipnya Hahnemann percaya bahwa obat yang efektif untuk suatu penyakit adalah obat yang memberikan gejala yang sama dengan penyakit tersebut apabila obat tersebut diberikan pada pada orang yang sehat. Dan dipercayai bahwa dengan melakukan pelarutan yang ekstrim (dilution) pada obat tersebut akan membawa dampak balik penyembuhan pada penyakit.

Tekhnik pengobatan homeopathy dipercayai bekerja dengan cara mempengaruhi living force. Apabila seseorang sakit, maka living forcenya akan terganggu dan tubuh akan menampilkan reaksi dengan menunjukkan gejala2 pada fisik maupun psikis. Pengobatan konvensional cenderung berusaha menghilangkan gejala dari penyakit tersebut, sedangkan para homeopath percaya bahwa gejala (misal panas, demam tinggi, muntah, diare, dsb) itu hanya reaksi tubuh dan bukan penyakitnya sendiri. Dengan melakukan pelarutan yang ekstrim pada obat yang tepat, diyakini bahwa bisa membawa reaksi pada living force yang secara alami akan melawan pengaruh tersebut dan akhirnya akan melawan penyakitnya sendiri.

Di dunia kucing, banyak orang yang percaya terhadap efektivitas penyembuhan homeopathy ini dan di dunia barat sudah banyak veterinarian homeopath. Obat2an yang diberikan adalah alami (berasal dari tumbuhan dan hewan) dan karena pemberiannya dengan pelarutan dengan air dengan perbandingan yang tinggi, maka tidak ada resiko over dosis yang sering terjadi pada pengobatan konvensional. Pengobatan homeopath juga diyakini efektif terhadap penyakit2 yang bersifat kronis (menahun). Sayangnya obat2annya belum banyak bisa ditemukan di Indonesia.

Dalam praktek penyembuhannya, veterinarian tidak hanya memperhatikan gejala klinis yang ditunjukkan pada fisik kucing, tapi juga perlu mengetahui perubahan2 tingkah laku (perubahan psikisnya). Oleh karena itu resep yang diberikan pada satu individu bisa jadi berbeda dengan yang diberikan pada individu yang lain meskipun sepertinya mereka menampakan gejala klinis yang sama.

Bagaimanapun juga sampai saat ini masih ada yang pro dan kontra terhadap pengobatan ini. Serangan bagi anti homeopathy terutama ditekankan karena teori yang mendasari homeopathy dianggap tidak logis dan tidak bisa dibuktikan secara empiris. Tapi kenyataannya banyak juga yang percaya dan berhasil dengan metode ini?

Wednesday, December 26, 2007

Memelihara kucing, sesulit dan semudah apakah?


Memiliki binatang peliharaan adalah hal yang sangat menyenangkan. Seolah-olah seperti menerima anggota keluarga baru yang lucu dan mampu menghibur kita dikala kita sedang jenuh dan stress dengan aktifitas sehari-hari. Kucing sudah sekian lama dijadikan sebagai companion animal, binatang yang sudah diterima sebagai anggota masyarakat dan anggota keluarga. Kemanjaannya, ekspresinya, tingkah lakunya mampu menghibur manusia dan membuatnya sebagai makhluk yang dicintai dan disayangi manusia.

Kucing memiliki berbagai tingkatan status dalam hubungannya dengan manusia. Dimulai sebagai status binatang pengganggu, binatang yang bisa diperjualbelikan, sebagai alat pengusir hama tikus, sebagai badut di rumah, atau sebagai bagian anggota keluarga yang dicintai. Komitmen manusia dalam memelihara dan merawat kucing tidak terlepas bagaimana manusia tersebut memandang interaksi kucing dalam kehidupannya. Kucing yang beruntung adalah kucing yang diterima dan disayangi sebagai anggota keluarga, dalam hal ini saya yakin tidak hanya kucingnya yang beruntung tetapi juga manusianya.

Memelihara kucing bukanlah hal yang tidak membutuhkan komitmen dan pengorbanan. Sebelum memutuskan untuk mengadopsi atau membeli kucing, sebaiknya pikirkan hal-hal berikut terlebih dahulu:

  1. Bagaimanakah anda mengharapkan status hubungan anda dengan kucing peliharaan anda?
  2. Apakah anda siap berkorban waktu, tenaga, dan bahkan harta demi binatang kesayangan anda? Karena kalau anda tidak siap dengan hal ini, memiliki binatang peliharaan bukan lagi sebagai penghilang stress bagi anda, bisa justru sebaliknya.
  3. Pikirkan bahwa memelihara binatang seperti kucing tidak hanya memperoleh kelucuan dan keindahannya, tapi anda juga harus siap mental dengan kekotoran yang diakibatkan, keributan dan kenakalan, penyakit yang mungkin ditimbulkan dan dibawa.
  4. Resiko kehilangan dan kematian kucing yang anda sayangi.

Untuk itu, agar anda bisa menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap makhluk lain sebelum memelihara anda harus punya komitmen sebagai berikut:

  1. Siapkan diri anda dengan pengetahuan tentang perawatan dan kesehatan kucing.
  2. Sebaiknya anda mempunyai kenalan dokter hewan yang cakap dalam pengetahuan dan berpengalaman dengan penyakit-penyakit kucing.
  3. Mempunyai langganan petshop tempat membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan mereka.
  4. Jangan pernah berpikir bahwa memelihara kucing bisa menghasilkan uang dengan memperjualbelikan mereka. Karena dengan demikian anda akan mengorbankan status anda sebagai penyayang binatang menjadi pedagang binatang.
  5. Jangan pernah berpikir bahwa memiliki banyak anak kucing adalah hal yang menyenangkan kecuali anda siap berkomitmen untuk menemukan orang2 yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup mereka.
  6. Hindarkan diri anda dari pengaruh-pengaruh negatif orang-orang yang lebih mengarahkan anda untuk memanfaatkan binatang sebagai alat jual beli.Ingat.. semakin banyak orang memperjualbelikan mereka berarti kita juga berkontribusi terhadap terjadinya eksploitasi binatang yang saat ini sedang terjadi di dunia.
  7. Anda memelihara kucing untuk menghilangkan stress, dan bukan sebaliknya. Milikilah dan pelihara semampunya dan jangan memaksakan diri diluar batas kemampuan anda.

Jadi, memelihara kucing bukanlah hal yang mudah tapi juga bukan hal yang sulit kalau kita memiliki kemauan untuk melakukannya. Welfare of all cats and the owner harus jadi pedoman kita.